Lahan Bekas Tambang Timah untuk Pertanian

Juli 12, 2018 - Berita

Di penghujung tahun 2017 yang lalu, Indmira bersama PT RBT Bangka melakukan reklamasi tambang. Reklamasi tambang yang dilakukan sebagai bentuk kewajiban bagi PT RBT Bangka Belitung untuk menghindari dampak lingkungan pasca tambang. Selain hal tersebut, reklamasi dilakukan agar lahan bekas tambang memberikan sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat di masa depan.

Kegiatan pengembalian lahan ini dilakukan melalui program reklamasi berkelanjutan bertajuk “Hijau Untuk Bagus”. Kegiatan yang dilakukan dengan tujuan utama yaitu menanam tanaman hutan dan tanaman pangan yang bernilai ekonomis dan aman untuk dikonsusi guna merevitalisasi (mengembalikan) fungsi tanah yang sudah tidak produktif.

Untuk dapat memanfaatkan lahan bekas tambang tersebut, diperlukan inovasi teknologi pertanian yang mampu memperbaiki produktivitas lahan. Salah satunya menggunakan sistem bioremediasi yang dilakukan oleh Indmira bersama PT RBT Bangka. Rehabilitasi lahan dengan bioremidiasi menggunakan biostimulasi yaitu memberdayakan lahan yang di dalam tanah menggunakan bantuan nutrisi yang mengandung mikroorganisme tertentu.

Penggunakan biostimulan dan nutrisi yang menggandung asam-asam organik, 60 – 90 unsur makro dan mikro, BPS (Bakteri Pendegradasi Sulfat) digunakan dalam menurunkan kandungan sulfat sehingga dapat meningkatkan pH tanah bekas tambang. Bakteri pereduksi logam berat seperti Hg, Fe, Mg, Mn, Si, Sn dan lain-lain juga terkandung dalam nutrisi guna membantu peningkatan kualitas lahan sehingga sistem pengolahan yang digunakan telah mengubah struktur tanah dari yang tidak ada nutrisinya hingga bisa subur kembali.

Kegiatan selanjutnya untuk reklamasi lahan yang dilakukan Indmira dan PT RBT Tambang yaitu dengan menerapkan sistem pertanian tumpang sari, menerapkan sistem pertanian dengan input pupuk organik serta mengaplikasikan mikoriza untuk meningkatkan unsur hara pada tanah sekaligus menjaga keberlanjutan sistem pertanian. Sistem pengolahan yang digunakan telah mengubah struktur tanah dari yang tidak ada mengandung nutrisi menjadi subur kembali sehingga dapat menghasilkan buah dan tanaman pangan lainnya.

Untuk menjamin keamanan mutu bagi tanaman yang dibudidayakan di lahan bekas tambang Indmira bersama PT RBT Tambang melakukan beberapa kali uji coba penanaman dan uji keamanan yang mendapatkan hasil laboratorium menunjukkan bahwa tanaman jagung dan buah-buahan tidak mengandung logam berat. Keamanan pada tanaman buah merupakan tanaman yang paling aman untuk dibudidayakan dari pada tanaman lain yang mengandung logam berat (merkuri) pada bagian daun, batang dan akar.

Budidaya tanaman pangan dan hutan yang bernilai ekonomi dan aman konsumsi di atas lahan kritis bekas tambang timah. Proses reklamasi lahan kritis tambang memang merupakan perjalanan panjang yang menjadi tanggungjawab semua pihak. Di Bangka sendiri, dari 302.000 hektar lahan tambang, sebanyak 26.000 merupakan lahan kritis, dan baru 2.000-3.000 hektar yang direklamasi. Lahan sebesar 50 hektar yang sedang Indmira dan PT RBT Bangka tangani ini nantinya diharapkan menjadi area konservasi lahan, agrikultur, agrowisata, dan pendidikan lingkungan. Dengan mengalih fungsikan lahan tersebut, diharapkan lingkungan akan tetap terjaga.

Print Friendly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *