Warga Sragen Olah Sampah Rumah Tangga Jadi Pupuk

Juli 31, 2019 - Artikel

Senin (29/7) Japfa Group bersama dengan Indmira memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik kepada perwakilan warga di dusun Sukareja, Duyungan, Sragen. Warga sangat antusias menyambut pelatihan ini sebab pelatihan pupuk organik jadi hal baru untuk ibu-ibu yang mayoritas sebagai ibu rumah tangga. Ada lima belas perwakilan warga menghadiri pelatihan pengolahan pupuk organik dari limbah rumah tangga.

Tri Wibowo sedang menjelaskan proses pembuatan pupuk

Pelatihan ini didampingi oleh Tri Wibowo dari Indmira yang memberi materi dan pendampingan pembuatan pupuk organik. Beliau mengatakan sebelum pelatihan, telah diadakan sosialisasi sebanyak dua kali untuk membangun kesadaran warga mengolah limbah rumah tangga dan manfaatan pupuk organik untuk lingkungan.

Proses pemilihan sampah

Pelatihan diawali dengan materi pembuatan pupuk organik cair dan padat agar warga paham langkah-langkahnya terlebih dahulu. Setelah itu warga diarahkan untuk praktik langsung. Pertama warga diajak untuk dapat memisahkan sampah organik seperti sisa sayuran, daun kering dan sampah anorganik plastik, kaca maupun logam. Sampah diperoleh dari rumah tanggan dan Japfa sendiri. Kedua, warga diajak untuk menimbang sampah guna menghitung kebutuhan bahan tambah dan dekomposer. Bahan tambah disini adalah bekatul, urea, molase serta air. Tahap ini cukup mendapat perhatian dan pertanyaan karena warga perlu mengetahui komposisi yang tepat antara sampah, bahan tambah dan dekomposer.

Penambahan dekomposer

Ketiga komposisi tersebut perlu dihitung untuk menentukan keberhasilan pembuatan pupuk organik. Ketiga, warga harus mengaduk sampah, bahan tambah dan dekomposer agar tercampur merata dalam bak pengolahan. Keempat, warga perlu membolak-balikkan pupuk selama satu minggu sekali agar proses fermentasi merata. Kemudian ditunggu satu hingga dua bulan agar pupuk dapat digunakan oleh warga.

Warga diharapkan dapat memilih dan mengolah sampah untuk dijadikan pupuk yang bermanfaat bagi budidaya. Tujuan akhirnya adalah warga dapat menjaga kebersihan lingkungan dengan mengolah sampah dan menghijaukan pekarangan dengan pupuk buatan warga sendiri.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *