Menanam Bersama Warga Binaan Lapas Cebongan

July 16, 2018 - News

Keterbatasan waktu dan lahan tak menjadi halangan dalam budidaya dalam semangat menumbuhkan apa yang kita makan. Begitu juga semangat yang ingin ditularkan Indmira dalam program menanam bersama warga binaan Lapas Cebongan kali ini. Semakin hari lahan subur dan produktif akan semakin sempit, halangan dan keterbatasan menjadi alasan bagi sebagian orang untuk tidak melakukan aktivitas budidaya. Warga binaan dengan pilihan yang sempit dan terbatas harus tetap tumbuh, berinovasi dan berperan sebagai produsen pangan.

Pihak pengelola lapas bekerjasama dengan Yayasan Bina Insan Berdikari beserta Indmira melakukan pelatihan budidaya tanaman sayuran hidroponik sebagai salah satu upaya pembekalan ketrampilan pada warga binaan di Lapas Cebongan. Keterbatasan waktu dan aktivitas yang dialami oleh warga binaan membuat semakin sedikitnya pilihan aktivitas yang bisa dikerjakan. Padahal hal ini penting bagi mereka setelah keluar Lapas nantinya.

Pembekalan budidaya hidroponik ini diawali dengan kegiatan workshop yang dilaksanakan tanggal 25 Aril 2018 lalu. Budi Haryono, selaku bagian tim R & D  PT Indmira memberikan materi pengenalan budidaya sayuran hidroponik pada peserta lapas. “Mereka cukup antusias dengan kegiatan ini, dengan sistem ini mereka bisa memangkas waktu perawatan tanaman menjadi lebih singkat, karena dengan hidroponik sistemnya sudah otomatis”, ungkap Budi.

Metode budidaya sayuran yang dipilih jatuh pada metode hidroponik, hal ini karena proses budidaya tidak memerlukan banyak waktu dan simpel. Seperti yang kita ketahui saat menilik kondisi warga binaan yang memiliki keterbatasan waktu dalam melaksanakan kegiatan diluar ruangan termasuk proses budidaya.

Hidroponik dipilih sebagai salah satu metode budidaya karena memiliki keunggulan budidaya yang dilakukan dapat dimana saja dan kapan saja, tidak mengenal musim dan pemeliharaan mudah serta waktu panen yang lebih cepat. Hidroponik merupakan sistem budidaya menggunakan media air. Kontruksi hidroponik di lapas cebongan menggunakan sistem NFT meja berukuran 2 x 8 m, dengan jumlah 3240  titik tanam. Dalam budidaya kali ini warga binaan diajarkan untuk membudidayakan sayuran daun seperti kangkung, selada, sawi (caisim) dan bayam. Dari kegiatan ini diharapkan para warga binaan dapat mengembangkan skils budidaya sayuran sehingga menjadi bekal ketika sudah keluar dari Lapas.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *